5 Sedekah yang Tidak Diterima oleh Allah

Dalam Islam, sedekah merupakan salah satu amal baik yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Hal ini karena sedekah memiliki banyak keutamaan dan manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. Allah sangat mencintai orang-orang yang bersedekah dengan ikhlas dan tulus. Bahkan, Allah Subhanahu wa ta’ala menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi orang-orang yang rajin bersedekah. Inilah yang membuat orang berlomba-lomba bersedekah.

Namun, sebagai seorang muslim, kita patut introspeksi apakah sedekah yang kita lakukan sudah benar atau belum. Pasalnya, ada beberapa sedekah yang tidak diterima oleh Allah. Dilansir dari buku Fiqh al-Ibadah bi Adillatiha fii al-Islam oleh Syaikh Hasan Muhammad Ayyub dan buku Al-Jami’ fii Fiqhi An-Nisa’ susunan Syaikh Kamil Muhammad ‘Uwaidah, berikut ini beberapa hal yang menjadi alasan mengapa sedekah tidak diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala:

1. Riya’

Riya’ dalam bersedekah menjadi salah satu amalan buruk yang harus kita hindari. Dalam Islam, Riya’ adalah seseorang yang melakukan amal ibadah atau perbuatan baik bukan karena Allah, melainkan karena ingin mendapatkan pujian atau pengakuan dari manusia. Riya’ juga sering disebut dengan pamer atau menyombongkan kebaikannya di hadapan manusia.

Bersedekah seharusnya dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah dan membantu sesama.

Berdasarkan niat kita dalam bersedekah seharusnya murni karena Allah subhanahu wa ta’ala, bukan karena ingin dipuji atau diakui oleh orang lain. Riya’ dapat merusak keikhlasan dalam amal ibadah dan menghapus pahala yang seharusnya diperoleh dari amalan jariyah tersebut.

2. Tidak Ikhlas

Seperti yang sudah disebutkan diatas, keikhlasan sangat penting dalam bersedekah. Ikhlas dalam bersedekah berarti memberikan dengan niat yang tulus, tanpa mengharapkan pujian dari manusia. Selain memperoleh pahala dan dicintai Allah, orang yang ikhlas dalam bersedekah juga akan merasakan kedamaian batin dan kebahagiaan yang mendalam. Hal ini membantu dalam memperkuat nilai-nilai positif seperti empati, kasih sayang, dan rasa persaudaraan, sehingga memperkuat ikatan sosial dan moral dalam masyarakat.

3. Mengungkit-ungkit Sedekah

Mengungkit-ungkit sedekah adalah sikap seseorang yang terus-menerus mengingatkan atau menyoroti amal sedekah yang pernah diberikan kepada orang lain. Perbuatan tak terpuji ini merupakan ciri orang yang tidak ikhlas dalam bersedekah. Sedekah yang seharusnya membuatnya mendapatkan pahala, justru berbalik menjerumuskannya ke dalam dosa.

4. Sedekah dari Harta Haram

Ibnu Rajab, melalui karyanya Jami’ul Ulum wal Hikam, mengemukakan bahwa bersedekah dengan harta yang berasal dari sumber yang haram tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Ini termasuk sedekah dengan harta yang berasal dari pencurian, korupsi, penipuan, dan berbagai perbuatan buruk lainnya.

5. Sedekah dengan Harta yang Buruk

Harta yang buruk tidak boleh dijadikan untuk bersedekah. Sebaliknya, hanya harta-harta yang baik saja yang diperbolehkan untuk dijadikan sedekah. Jadi jika ingin bersedekah, pastikan harta yang kita miliki bersumber dari yang halal.

Demikian penjelasan singkat tentang apa saja sedekah yang tidak diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Semoga bermanfaat!