Ketahui Dalil Jual Beli Kucing Sebelum Transaksi

Dalil jual beli kucing seringkali menjadi pertanyaan yang membuat catlovers  bingung karena ada rasa khawatir dengan transaksi tersebut. Apalagi kucing di Indonesia telah menjadi peliharaan yang digemari banyak orang. Namun, bagaimana hukumnya jika kucing-kucing tersebut diperoleh dari hasil jual beli?

Kucing yang umumnya menjadi bahan jual beli adalah yang berasal dari ras tertentu. Biar transaksi kucing terasa lebih aman, berikut ini dalil jual beli kucing yang menjelaskan tentang hukum transaksi ini menurut pandangan beberapa ulama.

Apakah Jual Beli Kucing Dibolehkan Dalam Islam?

Ternyata dalam dalil jual beli kucing menunjukan bahwa transaksi anabul ini menjadi salah satu yang sah atau halal. Pasalnya kucing memiliki manfaat dan sifatnya suci. Dua hal ini memenuhi syarat untuk menjadi produk muamalah sehingga kucing diperbolehkan dalam jual beli.

Namun, ada juga ulama yang menentang jual beli kucing karena termasuk hewan liar. Sementara mayoritas ulama mengizinkan untuk transaksi kucing atau bermuamalah dengan produk kucing.

Menurut kamu bagaimana? Tentunya sebagai pecinta kucing ini menjadi tantangan tersendiri kan. Umumnya kucing yang menjadi  muamalah bukanlah kucing liar, melainkan kucing dengan ras khusus yang tidak bisa lepas bebas.

Jika ingin membeli kucing maka bisa melihat pada manfaat dan niatnya. Terkadang bagi orang-orang yang benar mencintai kucing, hewan lucu satu ini sangat jarang diperjualbelikan. Namun, terkadang ada juga yang menggunakan istilah “ganti pakan” sebagai pengganti atas perawatannya selama ini.

Dalil Jual Beli Kucing dalam Islam

Dalil jual beli kucing menjadi pembahasan yang menarik, terutama bagi catlovers. Seperti uraian di atas, ternyata jual beli kucing termasuk muamalah yang diperbolehkan. Hal ini terdapat dalam beberapa dalil, di antaranya sebagai berikut.

Dalil dalam Al-Mausuatul Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, berbunyi:

“Mayoritas ulama fiqih yang bermadzhab Maliki, Hanafi, Syafi’I dan Hambali berpendapat, kalau praktek jual beli kucing itu diperbolehkan. Karena kucing dianggap sebagai hewan yang suci dan dapat diambil manfaatnya. Ini memenuhi syarat untuk transaksi jual beli, sehingga boleh untuk menjualnya.”

Selain itu, Imam Nawawi juga menyinggung tentang transaksi ini dalam buku fiqihnya. Fatwanya menyebutkan bahwa kucing dan kera adalah dua hewan yang memenuhi kriteria untuk jual beli sehingga diperbolehkan. Berikut ini fatwa Imam Nawawi dalam Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2018 M/ 1439 H halaman 76 yang berbunyi”

“Praktek jual beli kucing dan kera tetap sah, karena keduanya suci dan termasuk barang yang bermanfaat serta memenuhi syarat produk.”

Dari uraian di atas maka kita dapat menyimpulkan bahwa jual beli kucing termasuk halal. Namun, tetap harus dalam koridor hukum yang berlaku dan tidak berniat untuk menyakiti hewan tersebut.

Nah, itulah dalil jual beli kucing yang dapat membuat kamu menjadi lebih tenang saat bertransaksi. Jadi, jual beli kucing termasuk muamalah yang dibolehkan karena kucing sebagai peliharaan memiliki manfaat untuk pembelinya.  Namun, sangat penting untuk menjaga muamalah agar tidak melanggar hukum fatwa.